KOORDINASI PERLUASAN IMPLEMENTASI ELEKTRONIFIKASI TRANSAKSI PEMDA (ETP)

logo Kabupaten Banyuwangi

Kamis, (10/06/2021) bertempat di ruang rapat Minak Jinggo kantor Pemda Kab. Banyuwangi dalam acara rapat koordinasi perluasan ETP Pemerintah Daerah Banyuwangi. Acara tersebut dihadiri Sekda Banyuwangi, Asisten adm. umum, Kepala Bapenda, Kepala perwakilan Bank Indonesia Jember, Kepala SKPD penghasil atau yang mewakili, perwakilan Bank jatim dan Bank BNI. Sistem Bank Indonesia-Electronic Trading Platform yang selanjutnya disebut Sistem BI-ETP adalah infrastruktur yang digunakan sebagai sarana Transaksi yang dilakukan secara elektronik.Dalam sambutannya Kepala perwakilan Bank Indonesia Jember Ibu Soelistyawati menyampaikan Banyuwangi menjadi pilot project di lingkungan pemerintah daerah kabupaten untuk menjalanjakan spenuhnya ETP baik di pengeluaran maupun penerimaan pendapatan daerah.Menyambung hal tersebut dalam Sambutannya kepala Bapenda Banyuwangi Bpk. Alief Rachman Kartiono,SE., MM melaporkan hasil evaluasi program ETP pada lingkup SKPD. Dari 17 SKPD 13 dintaranya sudah pure non tunai, sementara yang masih semi non tunai sisanya 4 SKPD.Kepala Bapenda melanjutkan "SKPD yang pure non tunai rata-rata menggunakan aplikasi atau mesin 𝘌𝘋𝘊, ada juga 1 SKPD yaitu Dinas perhubungan sudah menggunakan QRIS (𝘘𝘶𝘪𝘤𝘬 𝘙𝘦𝘴𝘱𝘰𝘯𝘴𝘦 𝘊𝘰𝘥𝘦 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢𝘯 𝘚𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢𝘳𝘥) dalam hal ini terkait retribusi pengujian kendaraan bermotor". Lanjutnya "Tentu Pemda Banyuwangi akan mendorong semua pelayanan pembayaran retribusi menggunakan 𝘘𝘙𝘐𝘚".Dalam sesi terakhir tanya jawab beberapa SKPD menyampaikan pendapat dan kendala di lapangan terkait pelaksanaan transaksi non tunai. Tidak luput perwakilan dari perbankan juga menyampaikan dukungannya melalui komitmen untuk terus mensosialisasikan dan memeperluas kanal dan suport sistem pembayaran non tunai.