Wali Kota Kendari ajak pedagang di pasar adaptasi dengan transaksi digital
Kota Kendari
Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara Sulkarnain Kadir mengajak para pedagang di pasar tradisional yang ada di daerah itu untuk mengadaptasi transaksi non tunai atau digital dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).Dia menyampaikan, jika pedagang terbiasa melakukan transaksi non tunai yang saat ini sesuai kemajuan teknologi, maka pemerintah bisa mendeteksi berapa kebetulan masyarakat dan apa yang mendominasi. Selain itu, jika transaksi elektronik sudah berjalan, data yang lengkap akan tersaji dengan begitu pemerintah bisa memprediksi berapa kebutuhan misalnya minyak goreng, kebutuhan beras, sayur-mayur dan lain sebagainya.
Ia menyebut, salah satu tujuan digitalisasi transaksi dilakukan agar apa yang dilakukan pedagang selama berdagang bisa terdata dengan baik, kemudian pemerintah bisa membantu untuk mengatur atau pun merencanakan usaha mereka supaya nanti bisa tumbuh. Wali Kota juga menegaskan, pentingnya transaksi non tunai pertama di era teknologi sekarang ini tentu jauh lebih aman karena kemana-mana sekarang orang riskan atau merasa berisiko jika membawa uang tunai, takut kecopetan, ketinggalan.
Saat ini enam pasar yang menerapkan digitalisasi transaksi yakni Pasar Lapulu, Baruga, Andonohu, Pasar Basah Mandonga, Pasar Wayong dan Pasar Punggolaka. Sistem ini akan dikelola PD Pasar Kota Kendari juga akan menggandeng Bank Mandiri, BRI dan Bank Sultra. "Saya membayangkan tiga tahun, lima tahun ke depan pasar-pasar kita sudah terbiasa dengan transaksi elektronik dan sudah terbiasa dengan jual beli menggunakan sistem transfer," kata Sulkarnain Kadir.
